Berita Kesehatan
Deteksi Kondisi Polip Hidung
Sabtu, 28 Okt 2017 10:11:31
Polip hidung merupakan suatu kondisi dimana terjadi peradangan yang bisa mengakibatkan benjolan daging yang memiliki cabang pada rongga hidung yang bisa mengakibatkan tonjolan dan masuk dalam lumen (saluran di dalam pembuluh tubuh, seperti ruangan kecil di bagian tengah pembuluh nadi, pembuluh balik). Pertumbuhan massa daging ini tidak berbahaya maupun berpotensi kanker, dan bertempat di area di mana sinus terbuka menuju rongga hidung. Polip yang sudah matang dapat berbentuk seperti anggur tanpa biji yang sudah dikupas.

Polip hidung dapat terjadi tanpa adanya gejala tertentu yang membedakannya dengan kondisi alergi maupun asma, terutama jika ukuran polip masih tergolong kecil. Namun, pada ukuran polip yang besar, pernapasan dapat tersumbat dan menghambat pengeluaran cairan dari dalam sinus. Ketika terlalu banyak sinus yang terakumulasi di dalam, dapat terjadi infeksi yang menyebabkan keluarnya cairan tebal, tak berwarna yang berkumpul di hidung dan tenggorokan.

Penyebab dari timbulnya polip hidung diduga adalah akibat adanya peradangan kronis atau adanya riwayat keluarga yang juga mengalami polip hidung. Polip paling sering dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Polip tidak terasa sakit jika disentuh, berbeda dengan pembengkakan pada turbin yang ada di dalam hidung. Polip hidung dapat diobati dengan obat-obatan maupun operasi, dilanjutkan dengan terapi- mengingat polip dapat bersarang kembali bahkan setelah diobati.

Gejala dari kondisi polip meliputi:
1.Penyumbatan pada hidung
2.Terblokirnya saluran pernapasan
3.Bersin
4.Cairan yang keluar dari hidung
5.Hidung meler
6.Rasa sakit pada area wajah
7.Menurunnya kemampuan untuk mengendus bau atau hyposmia
8.Hilangnya fungsi indera penciuman atau anosmia
9.Hilangnya fungsi indera perasa
10.Gatal di sekitar mata
11.Infeksi kronis
12.Adanya senstivitas terhadap aroma, bau, debu dan bahan kimia lainnya
13.Meski jarang, beberapa penderita polip juga mengalami alergi pada aspirin dan akan menimbulkan reaksi pada pewarna kuning

Para penderita polip memiliki peningkatan risiko mengalami sinusitis, terutama saat polip membesar dan mendorong tulang hidung sehingga terpisah dan melebarkan hidung.

Untuk mengobati kondisi polip, diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengonfirmasi kecurigaan keberadaan polip. Pemeriksaan akan dilakukan dalam bentuk endoskopi hidung dengan lensa pembesar atau kamera yang memungkinkan dokter melihat ke dalam hidung dan sinus. Terkadang, dokter dapat juga melakukan biopsi pada jaringan polip untuk memastikan tidak adanya potensi kanker.

Pengobatan lalu akan dilanjutkan dengan menggunakan semprotan corticosteroid pada hidung untuk mengerutkan dan menghilangkan polip. Corticosteroid dapat pula diberikan dalam bentuk obat-obatan oral. Pengobatan dengan antihistamine juga dapat diberikan oleh dokter untuk membantu mengontrol alergi yang mungkin terjadi.

Pilihan pengobatan lain yang tersedia adalah dalam bentuk operasi, terutama jika polip yang diderita sangat besar dan menghalangi jalur pernapasan sehingga obat-obatan biasa tidak sanggup mengecilkan ukurannya. Operasi yang dijalankan tergolong operasi kecil menggunakan alat endoskopi yang tidak mengganggu jaringan lainnya dan menjaganya tetap utuh.

Setelah menjalani operasi, pasien polip dapat mengalami perbaikan kondisi hingga selama 18 bulan. Selanjutnya, tetap diperlukan pengobatan rutin, terutama pada mereka yang menderita polip, asma dan kesensitifan terhadap aspirin sekaligus, agar tidak terjadi sesak napas, rasa tertekan pada wajah dan gangguan pada indera penciuman.