Berita Kesehatan
Penyakit Serumen Prop dan Apa Dampak Bagi Kesehatan Telinga
Kamis, 02 Nov 2017 16:44:48
Gangguan serumen prop merupakan gangguan yang paling sering ditemukan di antara sekian banyak gangguan pada telinga. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami kasus serumen prop ini.

Perlu diketahui bahwa setiap hari telinga kita memproduksi kotoran yang disebut serumen. Serumen atau kotoran telinga berbentuk seperti cairan lilin yang lengket dan berwarna kuning yang merupakan hasil sekresi dari kelenjar seruminosa di liang telinga.

Serumen berfungsi untuk melapisi kulit liang telinga dan melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Pada kondisi tertentu, serumen (kotoran telinga) dapat menggumpal dan mengeras membatu membentuk sumbatan serumen atau serumen prop.

Penyebab


Penyebab serumen prop ternyata adalah karena telinga terlalu sering dibersihkan dengan cara dikorek-korek cukup dalam. Kebiasaan terlalu sering membersihkan telinga dengan cara seperti itu ternyata tidak tepat. Telinga yang terlalu sering dibersihkan dengan cara dikorek-korek cukup dalam dapat membuat kotoran telinga (serumen) semakin terdorong ke dalam.
Kotoran telinga (serumen) yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, menggumpal, dan akhirnya mengeras.

Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu terjadi secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang cukup lama, sehingga sering kali kita tidak menyadarinya. Gumpalan kotoran telinga (serumen prop) baru
diketahui setelah menimbulkan dampak yang mengganggu berupa gangguan atau keluhan pada indera pendengaran kita.

Kebiasaan terlalu sering membersihkan telinga ternyata cukup berisiko. Oleh karena itu, kebiasaan tersebut harus dihindari. Sebaiknya, bersihkan telinga sekali-sekali saja. Tak perlu terlalu sering dibersihkan, apalagi sampai dikorek-korek terlalu dalam. Karena sebenarnya, telinga memiliki mekanisme sendiri dalam membersihkan dan mengeluarkan kotoran di dalamnya. Tanpa dikorek-korek dan dibersihkan dengan alat pembersih telinga pun (dengan cutton buds, misalnya), kotoran telinga dapat keluar dengan sendirinya.

Adanya rambut halus pada dinding dalam telinga dan gerakan mulut saat mengunyah dapat membuat kotoran telinga keluar sendiri dan menguap. Bila proses penguapan tidak berjalan sempurna, maka sebagian kotoran telinga yang telah keluar tadi akan berkumpul di ujung paling luar dari lubang telinga. Kumpulan kotoran telinga pada ujung luar lubang telinga inilah yang perlu dan boleh dibersihkan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, setiap hari kotoran telinga (serumen) akan diproduksi oleh kelenjar seruminosa. Kotoran telinga (serumen) sebenarnya diperlukan dan berfungsi sebagai pelindung terhadap ancaman masuknya binatang ke dalam telinga. Kotoran telinga (serumen) ini rasanya sangat pahit dan lengket. Sehingga bila ada binatang (semut misalnya) yang masuk ke dalam telinga, binatang tersebut akan mati keracunan atau lengket menempel pada serumen dan tidak bisa masuk ke dalam telinga.

Bila kotoran telinga tidak ada atau bersih sama sekali, maka binatang akan mudah masuk dan merusak gendang telinga. Rusaknya gendang telinga akan menimbulkan dampak yang cukup fatal, yaitu bisa menimbulkan ketulian. Itulah sebabnya mengapa kita sebaiknya tidak perlu terlalu sering membersihkan kotoran telinga (serumen), apalagi sampai mengorek-ngoreknya terlalu dalam. Bagaimanapun, serumen (kotoran telinga) tetap diperlukan untuk melindungi telinga dan indera pendengaran kita.

Dampak dari serumen prop


Dampak dari serumen prop adalah dapat menyebabkan telinga jadi sering berdengung. Telinga yang sering berdengung selain menimbulkan rasa yang tidak nyaman, juga bisa menurunkan daya pendengaran dan konsentrasi.
Gumpalan serumen prop akan menghalangi udara masuk ke dalam telinga sehingga membuat pendengaran menurun.

Cara mengatasi serumen prop


Gumpalan serumen prop sebaiknya harus segera diatasi dan jangan dibiarkan berlarut-larut, karena bila didiamkan saja, bisa menimbulkan efek yang lebih serius lagi bagi indera pendengaran kita.
Meskipun harus segera diatasi, tetapi bukan berarti kita bisa mengeluarkan gumpalan tersebut sembarangan. Karena gumpalan serumen prop sudah mengeras dan membatu, maka cara mengeluarkannya pun harus hati-hati.
Gumpalan serumen prop harus dikeluarkan melalui beberapa tahapan, yaitu :
- Dengan pemberian obat tetes pelunak selama 3 hari berturut-turut. Pemberian obat tetes pelunak tersebut tetap harus atas sepengetahuan dokter.
- Hal penting lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah, jangan menggunakan air untuk melunakkan gumpalan serumen prop. Gumpalan serumen prop sulit diencerkan hanya dengan air. Selain itu, air yang sudah masuk kemungkinan akan terperangkap di dalam telinga dan sulit keluar. Dampaknya, pendengaran jadi semakin tidak nyaman dan tambah sering berdengung.
- Setelah kotoran telinga melunak, dilakukan pengeluaran dengan cara disemprot dengan air (oleh dokter).
- Setelah serumen prop berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop tetap harus kontrol ke dokter. Kontrol pertama dilakukan sebulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, kontrol kedua dilakukan dua bulan dari waktu kontrol pertama, dan kontrol ketiga dilakukan dengan jarak tiga bulan dari waktu kontrol kedua.
Jadi, selama 6 bulan setelah kotoran berhasil dikeluarkan, penderita serumen prop masih harus berada dalam pengawasan dokter. Hal ini penting dilakukan karena dampak dari kasus serumen prop bisa membuat rambut halus di telinga rontok (habis) dan terjadi penebalan dinding dalam telinga. Dengan perawatan selama 6 bulan, diharapkan rambut halus telinga tumbuh kembali dan dinding kulit yang menebal bisa mengelupas.

Jika kedua hal tersebut sudah pulih, maka pengeluaran kotoran telinga (serumen) dapat berjalan secara alami lagi.