Berita Kesehatan
Bahaya Dibalik Menahan Bersin
Senin, 26 Nov 2018 12:20:23

Penting untuk diingat. Jika hendak bersin, bersin lah, jangan ditahan. BMJ dalam laporan kasus terbarunya menegaskan kembali hal tersebut. Mungkin terdengar sepele, namun bisa dibilang salah satu pelajaran penting dalam hidup.

Menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut sangat tak disarankan. Alih-alih lega, Anda mungkin berakhir di unit gawat darurat dengan lubang menganga di tenggorokan. Hal itu lah yang terjadi pada laki-laki 34 tahun di Inggris.


"Dia mengatakan bahwa dia selalu berusaha menahan bersin karena menurutnya sangat tidak higienis bersin ke atmosfer atau di depan wajah seseorang. Itu berarti dia sudah sering menahan bersin selama 30 tahun terakhir ini. Namun kali ini kasusnya berbeda," tulis Dr. Wanding Yang dari departemen THT di University Hospitals of Leicester NHS Trust.

Sesaat setelah menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut, laki-laki itu merasakan sensasi menyakitkan di tenggorokannya. Sesampainya di UGD, suaranya hilang. Ia yang semula sehat hampir tidak bisa menelan.

Ketika dokter pertama kali memeriksanya, mereka juga mendengar suara berderak dari leher hingga ke tulang rusuk. Dari tes pencitraan berkala, ditemukan bahwa daya akibat menahan bersin secara tidak sengaja menusuk faringnya, bagian tenggorokan di balik mulut dan hidung sebelum kerongkongan dan laring.


Sensasi berderak dan meletup yang dirasakan lelaki ini adalah suatu kondisi yang dikenal sebagai krepitus. Kondisi ini disebabkan oleh gelembung udara yang masuk dan bergesekan dengan jaringan lunak di leher dan ruang di antara paru-parunya melalui lubang.

Karena laki-laki ini berisiko tinggi terkena infeksi leher dan dada, akhirnya ia dirawat di rumah sakit. Ia harus makan lewat selang serta diberi antibiotik. Beruntung ia bisa sembuh. Pada hari ketujuh, tenggorokannya telah cukup membaik. Alhasil ia tak perlu lagi makan lewat selang. Tak lama kemudian ia diperbolehkan pulang.


Dokter menginstruksikannya untuk tidak menahan bersin lagi. Laki-laki itu juga harus memeriksakan diri dua bulan kemudian untuk memastikan tindakannya tak memicu masalah kesehatan lain. Para periset mencatat bahwa cedera spesifik seperti yang dialami laki-laki ini sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus faring robek disebabkan oleh operasi patahan atau trauma leher.

Namun, sebelumnya juga memang ada kasus yang disebabkan oleh batuk, muntah dan, bersin. Ini diakibatkan melonjaknya tekanan intraluminal--bagian dalam tubuh tubuh-- terhadap lipatan vokal tertutup. Menahan bersin tidak hanya dapat menyebabkan tenggorokan dan dada robek, tapi juga bisa memecah gendang telinga dan pembuluh darah di otak, ini dikenal dengan aneurisma, yang berakibat fatal.


Bersin adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan iritasi dari hidung dan sinus. Ketika beberapa partikel asing memicu sensor di area tersebut, konvulsi spontan di saluran napas kemudian menghasilkan dan mengeluarkan udara.

"Saat Anda bersin, semburan udara dari mulut Anda meluncur pada kecepatan sekitar 150 mil per jam," terang Dr. Anthony Aymat ketua layanan THT di University Hospital Lewisham, London dinukil Time.com.


Aymat yang tidak terlibat dalam kasus itu menjelaskan, tak mengherankan betapa menahannya dapat memicu kerusakan lantaran udara terperangkap dalam tubuh. Menurut eksperimen Discovery Channel Mythbusters kecepatannya sekitar 35 sampai 40 mil per jam, WebMD mencatatnya 100 mil per jam.

Pada saat yang sama, sensor memicu silia--bulu-bulu halus yang melapisi saluran udara--berayun maju mundur, melewati lendir dan gumpalan lainnya ke atas dan keluar dari saluran udara. Jadi, bersin memainkan peran lain selain menghasilkan aliran udara melalui saluran udara dan mulut Anda.


Seperti yang dijelaskan oleh Christine Dell'Amore, bersin juga akan mengatur ulang sistem sensor dan silia. Ibarat Anda menekan "Control-Alt-Delete" di komputer.

Jadi, walau dokter bilang kasus-kasus ini sangat ekstrem, lebih baik cari aman. Sedia tisu selalu, atau siap-siap menutup mulut dengan lengan mana kala Anda bersin. Pokoknya, bersin jangan ditahan.