Berita Kesehatan
Kapan Kita Perlu Menambal Gigi?
Selasa, 27 Nov 2018 09:40:41

Seperti yang telah Anda ketahui, menambal gigi dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan kapasitas gigi sebagai fungsi pengunyahan (mastikasi). Selain itu juga berguna untuk memperbaiki bentuk dan struktur yang hilang pada gigi agar dapat berfungsi seperti yang seharusnya.

Tahun 2000, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencanangkan agar setiap orang memelihara gigi asli dan tidak boleh kurang dari 20 gigi, yaitu 9-10 pasang gigi selama hidupnya. Maksudnya di sini adalah gigi yang utuh dan dapat berfungsi untuk pengunyahan, berbicara, penampilan. 

Jumlah tersebut merupakan batas minimal bagi rongga mulut dapat melakukan tugasnya. Artinya, seseorang masih cukup nyaman melakukan pengunyahan sampai gigi premolar (gigi geraham depan), lalu menjaga keutuhan gigi depan walaupun dengan tambalan gigi yang luas untuk mempertahankan fungsi bicara dan estetik.

Penambalan pada gigi susu

Struktur gigi yang hilang biasanya disebabkan oleh karies gigi dan trauma seperti benturan, terjatuh, kecelakaan, dan lain-lain. Pada gigi depan yang mengalami kerusakan struktur gigi dapat menyebabkan penampilan yang kurang baik, yaitu fungsi estetik dan bisa jadi sampai mengganggu fungsi bicara (fonetik). Hal ini dikarenakan adanya kesulitan dalam mengucap huruf-huruf tertentu seperti huruf “t”, “s”, “f”, atau “r”.

Pada gigi susu, fungsi tambalan juga untuk mencegah karies gigi berlanjut lebih dalam lagi, sehingga memungkinkan terjadinya infeksi pada bagian pulpa gigi. Hal ini biasanya terjadi ketika anak mengalami abses gigi.

Abses gigi ditandai dengan adanya bintik putih yang terletak di bagian gusi gigi tersebut. Selain itu, fungsi tambalan gigi pada gigi susu yaitu untuk mengembalikan struktur gigi yang hilang, terutama gigi depan. Selain dapat meningkatkan rasa percaya diri, keberadaan gigi yang utuh juga dapat menjadi pedoman untuk jalan tumbuhnya benih gigi tetap berada di bawahnya.

Pada gigi yang sudah terlanjur mengalami karies sampai pulpa gigi, tentunya cara penambalannya tidak sama dengan gigi dengan karies yang masih pada tahap dini. Pada gigi yang kariesnya sudah mencapai pulpa gigi, maka harus dilakukan perawatan saluran akar gigi terlebih dahulu.

Mengganti tambalan gigi lama juga penting

Tambalan gigi sebenarnya dapat bertahan sangat lama, tapi suatu waktu pasti membutuhkan penggantian. Hal ini diakibatkan karena proses makan, minum, kebiasaan clenching atau mengerat, atau kebiasaan menggigit sesuatu yang menyebabkan tambalan gigi menjadi rusak.

Penyebab lainnya adalah karena keberadaan bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Tambalan gigi yang sudah aus, patah, retak, atau lepas dapat meninggalkan celah di antara gigi dan tambalan tersebut. Celah tersebut merupakan jalan masuk untuk bakteri ke dalam gigi. Bakteri yang berjumlah lebih dari 700 spesies di dalam mulut biasanya ditemukan pada air ludah dan plak gigi, yaitu lapisan tipis transparan yang terbentuk pada permukaan gigi dan gusi.

Jika perlekatan antara tambalan gigi dan permukaan gigi rusak, maka sisa makanan dan bakteri penyebab gigi berlubang bisa masuk dan tidak mudah untuk dibersihkan hanya dengan menyikat gigi atau yang lainnya. Tak hanya itu, hal ini juga memudahkan terjadinya karies yang akan berkembang menjadi gigi berlubang sepanjang tepi tambalan, atau bahkan di bawah tambalan.

Gigi berlubang yang tidak terdeteksi dan tidak dirawat akan dapat menyebabkan infeksi pada pulpa gigi, yang berisi pembuluh darah dan saraf gigi. Hasilnya, gigi akan memerlukan perawatan saluran akar, atau bahkan memerlukan pencabutan.

Untuk menghindari berbagai gangguan pada gigi dan mulut, Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan antara lain,  tidak menyikat gigi terlalu keras, konsumsi makanan bernutrisi, jauhi kebiasaan merokok, batasi konsumsi makanan yang manis dan asam,  menyikat gigi sebelum tidur, serta rutin memeriksakan kondisi gigi.