Layanan THT

Sleep Analysis

Mendengkur atau mengorok bukan berarti tidur nyenyak. Mendengkur bisa jadi merupakan gejala penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA). Untuk memastikan seseorang mengalami OSA atau tidak diperlukan sleep study di rumah sakit. Sleep study atau sleep test adalah diagnosa untuk mengetahui gangguan-gangguan yang terjadi pada tidur seseorang. Beberapa gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia, parasomnia (jalan selagi tidur, mimpi buruk, night eating), gangguan tidur rapid eye movement (REM), narkolepsi (ngantuk berlebihan), kurang tidur, dan OSA.


Ketika menjalani sleep test, pasien akan direkam dan diamati semalam penuh selama tidur. Yang direkam adalah gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, tegangan otot, suara dengkuran, posisi tidur, aliran udara nafas, pergerakan nafas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, hingga gerakan kaki. Suster yang akan mengamati.


Pemeriksaan ini tidak bersifat infasif maupun menyakitkan, hanya ditempeli beberapa sensor yang terhubung dengan komputer, lalu tidur. Sleep study biasanya dilakukan di sleep laboratory atau sleep disorder clinic dengan menggunakan alat yang bernama polisomnografi (PSG).


Bagi Anda yang memiliki rekan diketahui mendengkur setiap tidur walau seharian tidak merasa lelah, atau ketika Anda mengalami gejala-gejala OSA seperti merasa lelah setiap bangun tidur, tidak segar, bangun tidur merasa capek, sakit kepala ketika bangun, mulut kering, siang hari merasakan kantuk terus-menerus, dan konsentrasi berkurang baiknya periksakan diri Anda ke dokter.


Pasalnya, ketika seseorang mengalami OSA dan tidak ditangani dapat memunculkan efek-efek negatif yang berbahaya. Pada diri sendiri, OSA merupakan faktor risiko bagi hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Bagi lingkungan sekitar pun membahayakan karena pasien yang mengalami OSA cenderung kehilangan konsentrasi yang dapat menyebabkan salah satunya kecelakaan ketika mengemudi.