Berita Kesehatan
6 Sebab Munculnya Sensasi Panas di Tenggorokan, Plus Cara Mengobatinya
Sabtu, 13 Mar 2021 11:04:39

Pernahkah Anda mengalami tenggorokan panas seolah seperti terbakar? Sebagian besar kasus ini biasanya dikarenakan Anda baru saja mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas. Namun, rasa tidak nyaman di tenggorokan ini juga bisa menjadi gejala dari suatu kondisi kesehatan tertentu. Memangnya, apa saja penyakit yang ditandai dengan munculnya sensasi panas dan terbakar pada tenggorokan?

Apakah kondisi tenggorokan panas itu berbahaya?

Terdapat beberapa gangguan kesehatan yang menyebabkan tenggorokan terasa panas. Berbahaya atau tidaknya gejala ini bergantung dari kondisi penyebabnya.

Sebagian besar kondisinya disebabkan oleh penyebab sakit tenggorokan yang masih bisa diatasi dengan perawatan mandiri ataupun pengobatan medis. Berikut adalah kondisi kesehatan yang umumnya identik mengakibatkan tenggorokan panas.

1. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

GERD atau refluks asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung, yang seharusnya berada di lambung, justru naik ke kerongkongan bahkan hingga mencapai tenggorokan.

Akibatnya, muncul sensasi panas dan terbakar di sepanjang dada hingga tenggorokan.

Menurut studi American Journal of Gastroenterology, GERD terjadi ketika katup yang terdapat di kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Itu sebabnya, gas dan asam lambung bisa kembali naik ke atas. Terkadang, Anda mungkin juga menyadari rasa asam atau pahit pada mulut.

Tanda dan gejala lain yang turut menyertai GERD yani kesulitan saat menelan, sakit dada, suara serak, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Kesemua hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika Anda berada dalam posisi berbaring.

2. Postnasal drip

Hidung dan tenggorokan memiliki lendir khusus yang bertugas membantu agar kelembaban di dalamnya tetap terjaga sekaligus mencegah kekeringan.

Sayangnya, produksi lendir yang ada di hidung dan tenggorokan bisa berlebih sehingga muncul sensasi seperti lendir yang mengalir di belakang tenggorokan (post-nasal drip).

Hal ini akan dengan mudah membuat Anda merasa tenggorokan panas karena ada sesuatu yang tertahan di dalamnya.

Mudahnya, coba amati berbagai gejala yang biasanya muncul bersamaan seperti batuk kering atau berdahak, hidung berair, suara serak, sulit menelan, dan bau mulut.

Alergi terhadap suatu bedan atau bahan, serta suhu cuaca yang terlalu dingin bisa membuat Anda mengalami post-nasal drip.

3. Sindrom mulut panas

Sesuai dengan namanya, sindrom mulut panas adalah istilah medis yang menggambarkan sensasi terbakar di seluruh bagian mulut.

Bagian tersebut meliputi bibir, gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Tidak menutup kemungkinan, sensasi panas ini bisa menjalar hingga ke tenggorokan.

Kebanyakan orang mengeluhkannya seperti ada air panas yang menyiram tenggorokan.

Padahal, penyebabnya mungkin saja karena adanya masalah pada saraf maupun kondisi mulut yang kering terasa asin dan pahit.

Kondisi ini biasanya semakin diperjelas dengan tambahan rasa haus yang tidak biasa dan kehilangan selera untuk menyantap makanan dan minuman.

Untuk mengetahui penyebab utamanya, diperlukan pemeriksaan fisik hingga tes darah secara menyeluruh.

Namun, penyebab dari kondisi ini bisa sulit ditentukan karena bisa berasal dari beberapa masalah yang saling berkaitan.

Oleh karena itu, pengobatannya pun tidak mudah sehingga lebih fokus untuk mengatasi gejala.

4. Infeksi virus

Hampir semua orang umumnya pernah terserang infeksi virus yang mengakibatkan tenggorokan sakit, gatal, serta terasa seperti terbakar.

Terlebih ketika menelan makanan dan minuman, maka rasa mengganggu di tenggorokan bisa semakin parah.

Sebagian besar kasus infeksi virus biasanya akan berujung pada serangan flu, pilek, batuk, bahkan radang tenggorokan.

Jika sudah begini, nantinya Anda juga bisa mengalami demam tinggi, pegal-pegal di sekujur tubuh, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

5. Abses peritonsil

Masalah radang tenggorokan yang tidak segera diobati, dapat menimbulkan komplikasi berupa abses peritonsil.

Abses peritonsil adalah infeksi bakteri yang ditandai dengan munculnya benjolan berisi nanah di dekat amandel (tonsil) Anda.

Kondisi ini dapat menjadi komplikasi dari penyakit radang amandel atau tonsilitis.

Oleh karena itu, lama-lama tenggorokan akan mengalami pembengkakan disertai dengan munculnya rasa sakit.

Jika abses peritonsil berkembang semakin parah, maka bisa mengganggu proses pernapasan Anda.

Di samping itu, gejala lain yang turut menyertai tenggorokan yang terasa panas yakni kesulitan membuka mulut terlalu lebar, sakit saat menelan, demam, tubuh panas dingin, sakit kepala, serta leher yang membengkak.

6. Esofagitis

Esofagitis adalah peradangan pada esofagus yang disebabkan oleh iritasi pada esofagus atau kerongkongan sehingga menyebabkan sensasi terbakar di tenggorokan.

Penyebab dari tenggorokan panas ini berkaitan dengan peristiwa naiknya asam lambung ke tenggorokan yaitu GERD.

Namun esofagitis juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lain seperti:

  • Efek samping terapi radiasi pada lejher
  • Infeksi jamur
  • Efek pencernaan obat-obatan
  • Menelan zat kimia seperti deterjen atau pembersih
  • Alergi makanan

Bagaimana cara mengobati tenggorokan panas?

Pengobatan untuk gejala tenggorokan yang terasa panas bergantung dari masing-masing penyebabnya.

Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik dari dokter diperlukan untuk menghentikan peradangan.

Sementara itu, penyebab seperti GERD perlu diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi makanan pedas dan asam.

Namun saat tenggorokan tiba-tiba terasa panas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati gejala sakit tenggorokan ini, seperti:

  • Berkumur dengan laruta air garam 3-4 kali dalam sehari.
  • Makan permen pelega tenggorokan.
  • Konsumsi minuman atau makanan yang hangat maupun dingin, misalnya teh, sup, es krim, puding. Pastikan makanannya bertekstur halus agar mudah ditelan.
  • Gunakan humidifier sebagai penambah kelembaban di  udara, guna mencegah tenggorokan terasa kering
  • Pastikan Anda minum banyak cairan dan memperbanyak istirahat.

Apabila gejala tidak mereda dengan tindakan tersebut, segera konsultasikan dengan dokter lebih lanjut untuk dicari apa penyebab dari tenggorokan yang terasa panas tersebut.