Berita Kesehatan
Pengobatan Tradisional Gurah Hidung untuk Sinusitis, Apakah Aman?
Senin, 05 Jul 2021 15:15:28

Dalam pengobatan tradisional, Anda mungkin sering menemukan metode gurah. Gurah biasanya digunakan untuk mengobati penyakit hidung, seperti sinusitis dan rhinitis. Bukan itu saja, gurah bahkan juga sering dipakai sebagai salah satu metode untuk mengobati keputihan. Meski digadang-gadang dapat menyembuhkan, apakah gurah hidung aman dan boleh digunakan sebagai pengobatan sinusitis?

Apa itu gurah hidung?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurah adalah pengobatan tradisional dengan meneteskan ramuan herbal ke dalam hidung.

Ramuan herbal yang digunakan untuk gurah adalah tanaman srigunggu, atau yang memiliki nama lain Clerodendrum serratum.

Prof. dr. Soepomo Soekardono, Sp. THT-KL(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa dalam bahasa Jawa, gurah adalah membersihkan lubang hidung dan tenggorokan.

Metode gurah ini pertama kali diperkenalkan oleh Marzuki pada tahun 1900 di Giriloyo, Wukirsari, Bantul, Yogyakarta.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahan yang dipakai untuk pengobatan gurah adalah akar pohon srigunggu yang basah lalu dikeringkan.

Setelah kering, akar srigunggu digilas sampai mengeluarkan busa kemudian disaring dengan kain bersih hingga diperoleh cairan yang jernih.

Cairan itu kemudian ditambahkan dengan air masak (air matang). Selain akarnya, daun dan batang tanaman srigunggu juga sering diolah menjadi ekstrak herbal dalam bentuk kapsul untuk diminum.

Menurut Prof. dr. Soepomo, gurah diyakini dapat mengurangi gejala sinusitis, antara lain banyaknya ingus, berkurangnya bersin, dan keluhan hidung tersumbat.

Selain dapat meringankan beberapa gejala sinusitis, gurah juga diketahui dapat menyebabkan otitis media, sinusitis akut berat, tonsilofaringitis akut, dan peritonsilitis akut.

Tetesan ramuan srigunggu dalam pengobatan gurah hidung

Clerodendrum serratum adalah nama latin dari tanaman obat srigunggu.

Tanaman ini tumbuh di daerah beriklim tropis dan hangat, seperti Afrika, Asia Selatan, Malaysia serta tersebar di seluruh hutan di India dan Sri Lanka.

Berdasarkan sebuah artikel dari Journal of Ethnopharmacology, tanaman ini pada umumnya digunakan sebagai tanaman untuk mengobati rasa sakit, peradangan, rematik, gangguan pernapasan, demam, dan demam akibat malaria di India.

C. serratum mengandung kandungan-kandungan yang bermanfaat untuk mengatasi peradangan, seperti saponin, flavonoid, dan phenolic.

Selain itu, ada juga kandungan icosahydropicenic dan ursolic acid yang dipercaya mampu mengatasi alergi.

Apakah pengobatan gurah hidung aman dilakukan?

Pada dasarnya, penggunaan obat tradisional, termasuk gurah, sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.36 tahun 2009.

Dalam undang-undang tersebut, gurah dimasukkan dalam kategori pengobatan tradisional bersamaan dengan metode lainnya, seperti pijat urut, akupunktur, refleksi, serta bekam.

Namun, meski manfaat dari gurah hidung telah dikaji dalam beberapa penelitian, hal tersebut belum menjamin bahwa metode ini sudah pasti aman.

Semua jenis pengobatan tradisional dari bahan alami memiliki potensi efek samping dan bisa saja berisiko bagi kesehatan.

Sayangnya, hingga saat ini efektivitas dari gurah serta tanaman srigunggu masih menjadi perdebatan para ahli.

Bahkan, belum ada penelitian lebih lanjut yang menguji manfaat serta risiko dari pengobatan tradisional.

Sejauh ini, hanya ada penelitian yang membahas mengenai efek samping gurah hidung pada binatang.

Penelitian dari Universitas Padjadjaran tersebut menyatakan bahwa tanaman srigunggu berpotensi memengaruhi kualitas sperma pada tikus.

Selain itu, ada pula yang meyakini bahwa gurah hidung berisiko menyebabkan efek samping hilangnya daya penciuman, atau yang disebut dengan anosmia dalam istilah medis.

Ini adalah kondisi di mana hidung tak lagi mampu mencium aroma atau wewangian apa pun.

Kondisi anosmia cukup banyak ditemukan pada orang-orang yang pernah berobat dengan menggunakan metode gurah.

Munculnya gejala anosmia yang banyak dikeluhkan pasien kemungkinan disebabkan oleh banyaknya lendir yang keluar hingga mengeringkan pembuluh darah.

Kehilangan daya penciuman mungkin terdengar sepele jika terjadi dalam waktu singkat. Namun, kondisi ini tentunya akan menyulitkan jika berlangsung dalam waktu lama.

Menurut NHS, anosmia bisa pulih kembali dalam waktu yang bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga bulan.

Namun, lagi-lagi belum ada penelitian yang mendukung mengenai pernyataan-pernyataan di atas, terutama mengenai efeknya pada tubuh manusia.

Masih dibutuhkan penelitian medis lebih lanjut mengenai manfaat dan risiko gurah hidung ini. Sekalipun alami, obat herbal belum tentu aman.

Periksa keamanan dan efektivitas obat herbal yang Anda gunakan, salah satunya adalah dengan cara melihat apakah sudah mendapat rekomendasi dari BPOM atau belum.

Pengobatan alami selain gurah

Meski gurah hidung belum diketahui efektivitasnya, masih ada berbagai macam pengobatan sinusitis alamilewat minuman atau makanan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala infeksi sinus yang Anda derita.

Berikut ini merupakan beberapa tips meredakan gejala infeksi sinus yang bisa Anda coba di rumah.

  • Minum air putih yang banyak.
  • Minum air rebusan jahe.
  • Konsumsi makanan kaya akan asam lemak omega-3.
  • Mengonsumsi madu.
  • Kompres air hangat.
  • GunakanĀ humidifierĀ atau uap air panas.

Sinusitis adalah gangguan hidung yang membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dan serius.

Bila dirawat secara asal, penyakit ini bisa saja menyebabkan komplikasi sinusitis, dan memerlukan biaya perawatan yang lebih besar.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berinisiatif mengambil pengobatan alternatif lainnya.

Berita Kesehatan Lainnya