Berita Kesehatan
Mengenal Radang Amandel (Tonsilitis), Ini Gejala-Gejalanya!
Rabu, 10 Jun 2026 11:44:02

Apa Itu Radang Amandel (Tonsilitis)?

Tonsilitis atau radang amandel adalah peradangan disertai pembengkakan yang terjadi pada amandel, yaitu dua kelenjar lunak kecil di belakang kiri dan kanan tenggorokan. Amandel sendiri merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi melawan infeksi kuman ke dalam tubuh. 

Radang amandel dapat terjadi pada siapa pun dan usia berapa pun. Namun, penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja dengan rentang usia 5–15 tahun. Sebagai informasi, ukuran amandel pada anak-anak lebih mudah membesar daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan amandel berperan besar dalam mencegah infeksi penyakit selama anak dalam masa pertumbuhan.

 

Penyebab Radang Amandel

Sebagian besar penyebab radang amandel adalah infeksi virus dan pada beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh bakteri. Penularan tersebut pun dapat terjadi apabila seseorang memiliki kontak erat dengan penderita, seperti berjabat tangan dan menghirup partikel udara ketika penderita bersin. Beberapa virus yang menjadi penyebab radang amandel adalah sebagai berikut:

 

  • Rhinovirus: Virus penyebab pilek.
  • Influenza: Virus penyebab flu.
  • Enterovirus: Virus penyebab penyakit mulut, tangan, dan kaki.
  • Adenovirus: Virus penyebab diare.
  • Rubella: Virus penyebab campak.

 

Selain dari infeksi virus/bakteri, radang bisa disebabkan oleh biofilm yang terdapat pada lipatan amandel. Biofilm adalah sekumpulan mikroorganisme yang menempel dan membentuk selimut di permukaan tubuh. Biofilm sendiri dapat terjadi akibat resistensi antibiotik. Ada pula kemungkinan bahwa penyebab radang amandel dipicu oleh faktor genetik. Beberapa anak penderita radang amandel secara berulang diketahui memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat kelainan genetik.

 

 Faktor Risiko Radang Amandel

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena radang amandel adalah sebagai berikut:

Usia: Anak-anak dan remaja berusia 5–15 tahun lebih rentan terkena radang amandel.

Lingkungan: Radang amandel mudah ditularkan pada lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya sehingga risiko tertular atau terinfeksi virus/bakteri lebih tinggi.

 

Gejala Radang Amandel

Radang amandel adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja. Gejala amandel yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Sakit tenggorokan.
  • Bengkak dan kemerahan pada amandel.
  • Nyeri saat menelan.
  • Demam ringan.
  • Nyeri kepala.
  • Suara menjadi serak.
  • Pembengkakan kelenjar pada leher.

 

Radang amandel sering menunjukkan gejala seperti nafsu makan menurun dan air liur berlebih pada pasien anak-anak. Apabila disertai ruam pada kulit, kondisi ini mungkin berkaitan dengan penyakit demam berdarah. Berdasarkan lamanya gejala, tonsilitis terbagi menjadi tiga jenis yaitu tonsilitis akut, kronis, dan berulang. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis tonsilitis:

 

1. Tonsilitis Akut

Gejala radang amandel akut berlangsung kurang dari 10 hari. Kondisi ini kerap terjadi pada anak-anak berusia di atas 2 tahun. Adapun beberapa gejalanya adalah demam, kesulitan menelan, tubuh lemas, bercak putih pada amandel, dan dehidrasi. Pasien radang amandel akut biasanya akan membaik meski melakukan pengobatan dari rumah.

 

2. Tonsilitis Kronis

Apabila gejala tak kunjung membaik setelah 10 hari, maka dapat dikategorikan sebagai radang amandel kronis. Beberapa kondisi yang muncul pada radang amandel kronis adalah sebagai berikut:

  • Kesulitan membuka mulut.
  • Napas berbau tidak sedap.
  • Batu amandel.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang membuat nyeri rahang dan leher, serta muncul benjolan lunak di leher.
  • Radang tenggorokan kronis.

 

3. Tonsilitis Berulang

Radang amandel berulang umumnya ditandai dengan beberapa kondisi berikut:

  • Mengalami radang amandel hingga 5–7 kali dalam setahun.
  • Mengalami radang amandel setidaknya 5 kali selama 2 tahun berturut-turut, atau 3 kali selama 3 tahun berturut-turut.
  • Jika gejala cukup parah hingga mengganggu aliran napas, maka akan dibutuhkan prosedur operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi).

 

Gejala Radang Amandel

Apabila penderita tonsilitis tidak mendapatkan perawatan atau pengobatan dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai risiko komplikasi. Beberapa komplikasi radang amandel adalah:

 

  • Sleep apnea: Gangguan pernapasan pada saat tidur. Radang amandel yang tidak dirawat dengan baik dapat menghambat saluran pernapasan dan menyebabkan pernapasan terhenti berkali-kali selama beberapa detik saat tidur.
  • Abses peritonsil: Kumpulan nanah (abses) dapat terbentuk di sekitar amandel ketika kondisi semakin parah. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada anak-anak.
  • Demam rematik: Demam rematik dapat terjadi apabila radang amandel oleh infeksi bakteri, seperti streptokokus, tidak diobati. Kondisi ini lebih sering dialami anak-anak dan berisiko menyebabkan kerusakan pada jantung.

 

Pengobatan Radang Amandel

Cara mengobati radang amandel ringan umumnya cukup dengan menggunakan obat-obatan dari dokter. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik apabila radang amandel disebabkan oleh bakteri. Saat mengonsumsi antibiotik, pastikan untuk menghabiskannya meski kondisi sudah membaik atau pulih sepenuhnya.

 

Sebagai salah satu cara untuk meredakan radang amandel, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat dan melakukan perawatan di rumah, seperti:

  • Memperbanyak konsumsi air putih.
  • Mengonsumsi makanan lembut.
  • Menggunakan pelembap udara.
  • Menghindari asap rokok, debu, dan polusi udara.

Apabila pasien mengalami kesulitan makan dan tidur, gejala amandel yang tak kunjung membaik setelah mengonsumsi antibiotik, hingga mengalami radang amandel berulang, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi pengangkatan amandel.

 

Pencegahan Radang Amandel

Radang amandel adalah kondisi yang dapat dicegah. Untuk mencegah penyakit ini, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan diri, tidak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, dan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Pastikan untuk menerapkan pola makan sehat yang diimbangi dengan berolahraga secara rutin guna mendukung imunitas tubuh.

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan pada artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada kondisi radang amandel.