
Kanker lidah lebih banyak dialami oleh perokok atau orang yang kecanduan alkohol. Selain itu, kanker lidah dapat lebih rentan terjadi pada orang yang pernah terinfeksi virus HPV (Human Papilloma Virus).
Kanker lidah terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel di jaringan lidah. Mutasi genetik ini menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh abnormal dan tidak terkendali sehingga menjadi sel kanker.
Penyebab mutasi genetik ini sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, laki-laki berusia di atas 50 tahun yang anggota keluarganya menderita kanker lidah lebih berisiko menderita penyakit lidah ini. Selain itu, beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah:
Gejala utama yang muncul pada penderita kanker lidah adalah munculnya bercak berwarna merah atau putih di lidah, dan sariawan yang tidak kunjung reda setelah beberapa minggu. Gejala lain kanker lidah yang dapat muncul adalah:
Seseorang terkadang tidak menyadari bila keluhan yang dialaminya merupakan gejala kanker lidah. Kelainan ini umumnya baru ditemukan oleh dokter pada saat pemeriksaan rutin atau pemeriksaan gigi karena masalah lain.
Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 3 bulan hingga 2 tahun sekali, tergantung pada kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. Perawatan rutin ke dokter gigi juga penting, karena kanker lidah lebih berisiko terjadi pada orang yang kesehatan mulutnya tidak terjaga.
Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik. Cukup buka aplikasi, pilih dokter, dan atur waktu sesuai kebutuhan Anda.
Keluhan yang dianggap tidak berbahaya, seperti sariawan atau sakit tenggorokan, bisa menjadi tanda dari kanker lidah. Segera periksakan diri ke dokter jika gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari 3 minggu, terutama jika Anda adalah perokok atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
Diagnosis kanker lidah diawali dengan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan pasien, salah satunya riwayat infeksi HPV. Dokter juga akan bertanya apakah ada anggota keluarga pasien yang pernah menderita kanker lidah, dan apakah pasien memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi mulut dan lidah pasien. Bila ada dugaan ke arah kanker, dokter akan merujuk pasien ke dokter onkologi. Dokter onkologi kemudian akan melakukan pemeriksaan berupa: