Berita Kesehatan
Alasan Perlu Cabut Gigi dan Kondisi Apa Saja yang Harus Diperhatikan
Jumat, 31 Mei 2019 14:49:15

Cabut gigi merupakan salah satu tindakan medis yang banyak ditakuti. Ada berbagai anggapan yang menyatakan bahwa cabut gigi itu berbahaya, dan salah satunya adalah bisa menyebabkan kerusakan mata hingga ke butaan.

Tidak hanya di Indonesia, anggapan mengenai cabut gigi dapat membuat mata buta juga berkembang di negara lain, misalnya India. Namun, hal ini hanyalah sebuah mitos. Cabang saraf pada gigi dan mata itu berbeda dan tidak berhubungan langsung, sehingga tindakan cabut gigi tidak akan memengaruhi saraf di mata.

Mari simak pembahasan mengenai kondisi apa saja yang membuat dokter gigi menyarankan untuk cabut gigi. Dan sebagai pasien, kondisi apa saja yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk cabut gigi.

Alasan Cabut Gigi

Tentunya dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dahulu agar dapat menilai perlu atau tidaknya gigi dicabut, dan biasanya, dokter gigi juga akan melakukan perawatan pada gigi yang bermasalah sebelum akhirnya memutuskan untuk mencabut gigi tersebut. Beberapa kondisi yang membuat cabut gigi perlu dilakukan adalah:

  • Gigi berlubang yang sudah parah.
  • Gigi yang patah karena benturan.
  • Patah tulang rahang dan gigi tersebut terletak pada garis patahan tulang.
  • Sakit gigi karena infeksi pada bagian akarnya. Cabut gigi dilakukan bila pasien tidak dapat menjalani perawatan saluran akar gigi, atau sudah menjalaninya namun tidak berhasil.
  • Gigi goyang karena kematian jaringan di ruang tempat gigi menempel.
  • Jumlah gigi berlebih.
  • Posisi gigi tidak normal dan menyebabkan luka pada jaringan sekitarnya.
  • Gigi yang posisinya berdekatan dengan kelainan jaringan yang berbahaya, misalnya kanker.

Selain kelainan pada gigi atau jaringan di sekitarnya, tindakan cabut gigi juga dilakukan untuk pertimbangan estetika, yang biasanya dilakukan pada perawatan kawat gigi, agar gigi seseorang terlihat rapi . Cabut gigi juga sering dipilih oleh pasien karena alasan biaya. Biaya perawatan gigi yang mahal membuat seseorang memutuskan untuk cabut gigi, ketimbang melakukan perawatan tersebut.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan Sebelum Cabut Gigi

Walaupun cabut gigi tidak dapat menyebabkan kebutaan, ada beberapa gangguan pada penglihatan yang dapat muncul, namun hanya bersifat sementara.

Selain itu, cabut gigi juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Salah satunya adalah gangguan penyembuhan luka pada jaringan tempat gigi dicabut. Kondisi ini disebut dry socketatau osteitis alveolar, dan membuat penderitanya merasakan nyeri yang hebat.

Untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi, prosedur cabut gigi hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi. Bila Anda sedang atau pernah menderita penyakit tertentu, informasikan terlebih dahulu kepada dokter gigi sebelum cabut gigi. Penyakit tersebut meliputi:

  • Diabetes, apalagi gula darah belum terkontrol.
  • Hipertensi.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Kelainan katup jantung.
  • Penyakit kelenjar adrenal.
  • Penyakit liver.
  • Penyakit kelenjar tiroid.
  • Penyakit endokarditis.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya HIV.

Informasikan juga pada dokter bila Anda sedang hamil atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin).

Setelah cabut gigi selesai dilakukan dan efek obat bius hilang, Anda akan merasakan nyeri. Tetapi ini merupakan hal yang wajar. Proses penyembuhan luka akan berlangsung dalam waktu 1-2 minggu. Untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah timbulnya komplikasi, jangan berkumur terlalu kencang, jangan minum dengan sedotan selama 24 jam pertama, dan jangan merokok. Jika mengalami demam, menggigil, mual, perdarahan yang tidak mau berhenti, nyeri dada, atau sesak napas, segera hubungi kembali dokter gigi Anda.