Berita Kesehatan
Anak Terpapar Asap Rokok
Jumat, 23 Feb 2018 18:11:38

Banyak anak terpapar asap rokok di ruang publik maupun dalam rumah. Padahal, kandungan nikotin dalam asap rokok berbahaya bagi kesehatan perokok dan mereka yang tak merokok.

JAKARTA, KOMPAS — Kandungan nikotin dalam asap rokok bisa masuk ke dalam tubuh mereka yang tak merokok, tetapi terpapar asap rokok orang lain. Pada anak-anak yang terpapar asap rokok di rumah, kadar cotinine dalam urine lima kali lebih besar daripada anak yang orangtuanya tak merokok. Itu bisa berdampak buruk pada kesehatan anak.

Hal itu dibuktikan dalam riset oleh dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta yang dipublikasi pada Journal of Natural Science, Biology, and Medicine akhir Januari 2018 lalu. Riset itu dilakukan pada 128 anak sekolah dasar berusia 6-12 tahun di salah satu sekolah dasar di Jakarta Timur, Maret-Juli 2014.

Mereka dibagi dua kelompok, yakni anak yang terpapar asap rokok di rumah dan tak terpapar asap rokok. Peneliti membandingkan kadar cotinine dalam urine pada dua kelompok anak. Cotinine ialah bentuk lain dari nikotin dan dipakai sebagai penanda ada paparan asap rokok.

Agus Dwi Susanto, peneliti dari RSUP Persahabatan, Senin (19/2), di Jakarta, mengatakan, hasil riset menunjukkan, kadar cotinine dalam urine anak yang di rumahnya terpapar asap rokok 30,1 ng/ml, sedangkan pada anak yang tak terpapar asap rokok di rumah hanya 8,45 ng/ml. ”Kalau di urine ada cotinine, tentu pada tubuh juga ada,” ujarnya.

Faktor memengaruhi kadar cotinine ialah jumlah rokok yang diisap perokok dalam rumah. Dari 64 anak yang terpapar asap rokok di rumah, 17 orang (26,2 persen) di antaranya memiliki dua atau lebih perokok di rumahnya. Mayoritas perokok di rumah itu merokok kurang dari 10 batang sehari.

Selain itu, dalam sehari, 38 anak (59,4 persen) terpapar asap rokok sekitar satu jam dan 26 anak (40,6 persen) terpapar lebih dari satu jam. Ada 40 anak (62,5 persen) terpapar asap rokok selama 5 tahun atau lebih dan 24 anak (37,5 persen) terpapar selama lima tahun terakhir.

Riset itu belum mengeksplorasi dampak timbunan cotinine di tubuh anak. Itu perlu studi kohort untuk tahu dampak buruk timbunan cotinine di tubuh. Secara teori, timbunan nikotin meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dengan demikian, bagi mereka yang tak merokok, asap rokok orang lain sama berbahayanya. Zat-zat berbahaya dalam asap rokok bisa terdapat pada tubuh perokok pasif.

Penelitian kadar cotinine itu adalah bagian dari rangkaian riset dampak rokok lain yang dilakukan para dokter di RSUP Persahabatan. Selain pada anak, kandungan nikotin pada istri perokok diteliti dan kini dalam proses publikasi di jurnal ilmiah.


Baca juga : PPOK, Penyakit Respiratori yang Banyak Menyerang Perokok Aktif


Kawasan bebas rokok

Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari menilai, hasil riset dari RS Persahabatan menunjukkan, rumah jadi tempat anak terpapar asap rokok. Namun, banyak orangtua merokok di dalam rumah dan tak sadar paparan asap rokok berbahaya bagi anggota keluarganya.

”Melihat fakta rumah jadi tempat anak-anak terpapar asap rokok, 7 lokasi yang ditetapkan peraturan sebagai kawasan tanpa rokok tak cukup. Rumah perlu jadi kawasan tanpa rokok. Jangan sampai kita sibuk kampanye KTR, tetapi di rumah justru anak terpapar asap rokok,” katanya.

Karena paparan asap rokok pada anak intens terjadi di rumah, sejumlah komunitas termasuk forum anak menginisiasi rumah bebas asap rokok. Contohnya, forum anak di Pandeglang, Banten, melakukan gerakan rumah bebas asap rokok di salah satu rukun tetangga. Gerakan itu dimulai dari satu-dua rumah hingga itu dikomunikasikan dengan ketua RT agar berdampak luas. Tiap rumah yang bebas asap rokok diberi tanda.

Gerakan warga mewujudkan rumah tanpa rokok juga ada di Kampung Penas Tanggul, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta. Ernawati, pegiat rumah bebas asap rokok di Kampung Penas Tanggul yang mantan ketua RT, mengatakan, sebelum mendeklarasikan diri sebagai kampung warna-warni bebas asap rokok, para perokok biasa merokok dalam rumah.

Merokok pun membebani keuangan keluarga. ”Jika harga rokok Rp 15.000-Rp 20.000 sebungkus dan suami merokok 3 bungkus sehari, habis berapa coba,” ujarnya. (ADH)