“Vaksin COVID-19 bisa membantu mencegah munculnya gejala parah dan komplikasi akibat infeksi virus corona. Kabar baik bagi pengidap penyakit diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Saat ini vaksin sudah bisa diberikan dan disebut aman untuk orang-orang dengan riwayat penyakit tersebut. Risiko efek samping ringan memang ada, tetapi itu lebih baik daripada tidak divaksin sama sekali.“
Vaksin COVID-19 masih menjadi cara perlindungan terbaik dari virus corona yang menjadi pandemi. Sejauh ini, pemberian vaksin masih terus dilakukan pada hampir seluruh lapisan masyarakat, baik lansia, anak di atas usia 12 tahun, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Lalu, bagaimana dengan pengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi?Â
Selama ini, mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah orang yang mengidap salah satu dari ketiga penyakit tersebut boleh mendapatkan vaksin COVID-19 atau tidak. Apalagi, tidak sedikit informasi yang beredar bahwa vaksin bisa memicu efek samping, padahal tidak semua informasi yang beredar 100 persen benar. Memang pemberian vaksin bisa memicu efek samping, tetapi biasanya bersifat ringan dan segera menghilang.Â
Kabar baik! Saat ini vaksin COVID-19 disebut aman dan boleh diberikan untuk orang yang mengidap penyakit tertentu, termasuk diabetes dan hipertensi. Memang jenis vaksin ini sempat diragukan, terlebih karena masih baru dan belum memiliki banyak studi. Namun, sejauh ini pengembangan vaksin disebut sudah melewati uji klinis yang memenuhi standar sehingga dipercaya aman untuk diberikan.Â
Kendati begitu, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pengidap diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi menerima vaksin COVID-19. Dokter harus menyatakan kondisi tubuh cukup sehat, gula darah, dan tekanan darah terkontrol serta tidak menunjukkan gejala penyakit parah. Berikut ini skema sederhana terkait syarat vaksin untuk pengidap penyakit tersebut:Â
Dokter harus menyatakan pengidap diabetes cukup sehat dengan kadar gula darah yang terkontrol. Jika dinilai layak, pemberian vaksin harus segera dilakukan sehingga perlindungan yang muncul akan maksimal. Vaksin COVID-19 direkomendasikan dan aman bagi kebanyakan pengidap diabetes atau yang memiliki penyakit kronis lainnya. Dibanding risiko gejala berat dan komplikasi bila terinfeksi COVID-19, efek samping ringan yang muncul setelah vaksinasi tentu bukan hal besar.
Pengidap penyakit hipertensi boleh mendapatkan vaksin COVID-19. Hal ini sesuai dengan keputusan pemerintah yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda. Pengidap hipertensi dapat disuntik vaksin corona, kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 mmHg. Namun, tetap ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.Â
Seperti pada pengidap penyakit lainnya, orang dengan masalah kesehatan ini juga bisa mendapatkan suntikan vaksin. Namun tentu saja, harus ada izin dokter serta penting untuk mempelajari riwayat penyakit jantung yang dialami, misalnya jenis penyakit jantung, kapan terakhir kali mengalami gejala, serta kondisi kesehatan tubuh sebelum menerima vaksin.Â
Menurut pedoman terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa kelompok orang yang boleh, ditunda, atau bahkan dilarang untuk divaksin COVID-19, yaitu: