
Mimisan terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung, yang dikenal sebagai kapiler, pecah dan menyebabkan keluarnya darah.
Pembuluh darah di hidung terletak sangat dekat dengan permukaan, sehingga rentan terhadap kerusakan dan perdarahan.
Mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.
Penting untuk memahami apa penyebab mimisan dan cara mengatasinya agar dapat memberikan penanganan yang tepat saat mimisan terjadi.
Berikut penyebab umum mimisan yang perlu kamu ketahui:
Udara kering dapat menyebabkan lapisan dalam hidung mengering dan retak, membuat pembuluh darah lebih rentan pecah.
Kondisi ini sering terjadi di lingkungan dengan kelembapan rendah atau selama musim dingin ketika pemanas ruangan digunakan.
Mengorek hidung atau mengalami cedera langsung pada hidung, dapat merusak pembuluh darah di dalamnya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perdarahan. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab mimisan pada anak.
Infeksi seperti flu atau sinusitis dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada lapisan hidung, meningkatkan risiko mimisan.
Umumnya, infeksi saluran pernapasan atas menjadi penyebab mimisan tiba tiba yang dialami seseorang.
Kamu perlu tahu juga, ini Risiko yang Timbul Akibat Sering Mimisan.
Obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin dapat mengganggu proses pembekuan darah, meningkatkan risiko mimisan.
Selain itu, penggunaan semprotan hidung yang berlebihan dapat mengiritasi dan mengeringkan lapisan hidung.
Meskipun hubungan langsung antara hipertensi dan mimisan masih diperdebatkan, tekanan darah tinggi dapat membuat pembuluh darah lebih rentan pecah, terutama jika tidak terkontrol dengan baik.
Kamu alami Mimisan Disertai Sakit Kepala, Ketahui Penyebabnya.
Menghirup bahan kimia iritan, seperti yang ditemukan dalam produk pembersih atau asap, dapat mengiritasi lapisan hidung dan menyebabkan mimisan.
Selama ini, paparan asap terutama rokok dan kendaraan kerap dikaitkan sebagai penyebab mimisan pada anak secara tiba-tiba.
Penyebab sering mimisan berikutnya yaitu, seseorang mengalami kelainan pembekuan darah.
Gangguan seperti hemofilia atau penyakit Von Willebrand mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku, meningkatkan risiko perdarahan spontan, termasuk mimisan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Spartan Medical Research Journal (2022) meneliti penyebab dan penanganan mimisan pada pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit karena penyakit lain, tetapi mengalami mimisan selama perawatan.
Dari 143 pasien yang diteliti, sebagian besar menggunakan obat pengencer darah (antikoagulan) dan memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi).
Menariknya, pasien yang menggunakan oksigen melalui hidung atau masker wajah, justru lebih jarang memerlukan tindakan medis khusus untuk mengatasi mimisan.
Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan menghentikan sementara obat pengencer darah atau menggunakan pelembap hidung, seperti semprotan saline dan emolien.
Penelitian ini menunjukkan bahwa, pasien yang berisiko mengalami mimisan perlu dikenali lebih awal saat masuk rumah sakit agar dapat diberikan langkah pencegahan yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat mimisan:
Jika mengalami mimisan, langkah-langkah berikut dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
Panik dapat meningkatkan tekanan darah dan memperparah perdarahan. Duduk tegak membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung dan mencegah darah mengalir ke tenggorokan.
Membungkukkan badan ke depan mencegah darah masuk ke saluran pernapasan atau tertelan, yang dapat menyebabkan iritasi lambung.
Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan bagian lunak hidung, tepat di atas lubang hidung selama 10–15 menit. Bernapaslah melalui mulut selama periode ini.
Letakkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain pada pangkal hidung. Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan.
Jika mimisan tidak berhenti setelah 20 menit atau disertai gejala lain seperti pusing, lemas, atau perdarahan di tempat lain, segera cari bantuan medis.
Ibu jangan panik dulu, Ini Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan.
Dalam kasus mimisan yang berat atau berulang, dokter mungkin akan melakukan prosedur berikut:
Prosedur ini melibatkan penutupan pembuluh darah yang pecah, menggunakan bahan kimia atau energi panas untuk menghentikan perdarahan dan mencegah mimisan berulang.
Dokter dapat memasukkan tampon atau kain kasa khusus ke dalam rongga hidung, untuk memberikan tekanan pada area yang berdarah. Hal ini bisa membantu menghentikan perdarahan yang terjadi.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah mimisan:
Kamu perlu mencari pertolongan medis jika:
Menurut Kementerian Kesehatan RI, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mimisan disertai dengan pusing, lemas, atau kesulitan bernapas.